Hi, guest ! welcome to Radio Suara Kudus. | About Us | Contact | Register | Sign In

Rabu, 07 September 2011

Sewu Kupat Kurang Meriah

Info Seputar Kudus 7 September 2011 - Tradisi Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria tahun 2011, yang diadakan selang tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri ini termasuk kurang meriah dibandingkan tahun - tahun sebelumnya.

Ini terlihat dari antusias masyarakat yang nampak sangat jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Selain itu, tahun ini juga tidak diadakan kirab yang melibatkan masyarakat Desa Colo. Padahal tahun lalu, kirab yang diikuti ribuan masyarakat Desa Colo berlangsung sangat meriah.

Menurut Kabid Parwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sancaka Dwi Supani, untuk anggaran dalam penyelenggaraan acara ini hanya sebesar Rp. 15 juta.

Sedangkan target pendapatan lokasi wisata milik Pemkab Kudus, tahun ini sudah mencapai 94%.

Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa mengatakan, dirinya berharap tradisi ini terus berlanjut terus sampai waktu yang akan datang. Dia juga meminta, agar masyarakat mengenang tokoh yang menyemarakkan tradisi ini.

Karena dengan tradisi ini akan mampu meningkatkan wisatawan untuk datang ke Colo. Salah seorang pengunjung, Sri Wartini (32 tahun) warga Desa Klumpit Kecamatan Gebog mengaku sudah dua tahun datang ke Colo untuk melihat tradisi sewu kupat.

Namun dia mengaku kecewa dengan tidak diadakannya kirab seperti tahun lalu. Padahal kata dia, justru kirablah yang sangat menarik perhatian masyarakat seperti dirinya. Dia juga mengakui, tradisi sewu kupat tahun ini kurang meriah dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, selain tradisi sewu kupat di Desa Colo Kecamatan Dawe, tradisi lebaran kupatan juga berlangsung di Bulusan Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo serta lomban dan pucang di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo.
Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))