INFO SEPUTAR KUDUS, SELASA 7 JUNI 2011
Pihak Polres Kudus, tengah selidiki pemeran adegan mesum di objek wisata Taman Krida Kudus, terkait video rekamannya yang beredar di youtube. Menurut Kapolres Kudus, AKBP Raden Slamet Santoso, Selasa 7 Juni 2011, pihaknya pernah melihat rekaman video mesum tersebut. Dan secepatnya akan dilakukan penyelidikan apakah rekaman tersebut berlokasi di Taman Krida atau tempat lain.
Apabila dugaan kuat ada di Taman Krida, maka para pelaku video mesum dan yang mengunggahnya ke internet, akan diusut. Ia berharap, kasus serupa tidak terulang kembali, terutama di sejumlah objek wisata di Kudus. Sementara itu, petugas loket Taman Krida Kudus, Hawa mengakui, tidak mengetahui secara pasti tentang beredarnya rekaman video mesum yang diunggah di situs Youtube. Karena tugasnya dibagian penjualan karcis masuk. Diakuinya, memang pernah menjumpai sepasang muda mudi yang hendak berbuat mesum. Tapi, petugas langsung menegurnya karena banyak anak yang berkunjung. Hanya saja, pengawasan tidak bisa dilakukan secara intensif, karena tugas utamanya sebagai penjaga loket.
Sementara itu, salah seorang pedagang nasi pecel yang berada di area taman, Yatmi mengakui, sering menjumpai pengunjung yang berbuat mesum di beberapa lokasi didalam taman ini. Dan biasanya, pasangan muda mudi yang hendak berbuat mesum, sering melakukan perbuatan itu pada pagi dan sore hari. Bahkan hari ini, katanya, ada sepasang muda mudi yang diusir petugas karena tertangkap basah sedang berbuat mesum. Mereka yang berbuat mesum tidak malu dengan pengunjung lain yang kebetulan melihat.
Terpisah, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto mengungkapkan, pengawasan di wilayah Taman Krida merupakan kewenangan pengelola atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. Sedangkan lokasi lain yang sering dijadikan tempat mesum, katanya, rutin dilakukan operasi, seperti kawasan GOR Wergu Kudus, kawasan objek wisata montel, dan rahtawu.
Terkait rekaman adegan mesum yang diunggah di situs Youtube, dia mengaku, mengetahuinya dan memastikan lokasi adegan tersebut berada di objek wisata Taman Krida Kudus. Ia berharap, petugas di objek wisata tersebut lebih meningkatkan pengawasan, terutama pada pasangan muda mudi guna menghindari kemungkinan adanya pengunjung yang berbuat mesum.
Apabila dugaan kuat ada di Taman Krida, maka para pelaku video mesum dan yang mengunggahnya ke internet, akan diusut. Ia berharap, kasus serupa tidak terulang kembali, terutama di sejumlah objek wisata di Kudus. Sementara itu, petugas loket Taman Krida Kudus, Hawa mengakui, tidak mengetahui secara pasti tentang beredarnya rekaman video mesum yang diunggah di situs Youtube. Karena tugasnya dibagian penjualan karcis masuk. Diakuinya, memang pernah menjumpai sepasang muda mudi yang hendak berbuat mesum. Tapi, petugas langsung menegurnya karena banyak anak yang berkunjung. Hanya saja, pengawasan tidak bisa dilakukan secara intensif, karena tugas utamanya sebagai penjaga loket.
Sementara itu, salah seorang pedagang nasi pecel yang berada di area taman, Yatmi mengakui, sering menjumpai pengunjung yang berbuat mesum di beberapa lokasi didalam taman ini. Dan biasanya, pasangan muda mudi yang hendak berbuat mesum, sering melakukan perbuatan itu pada pagi dan sore hari. Bahkan hari ini, katanya, ada sepasang muda mudi yang diusir petugas karena tertangkap basah sedang berbuat mesum. Mereka yang berbuat mesum tidak malu dengan pengunjung lain yang kebetulan melihat.
Terpisah, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto mengungkapkan, pengawasan di wilayah Taman Krida merupakan kewenangan pengelola atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. Sedangkan lokasi lain yang sering dijadikan tempat mesum, katanya, rutin dilakukan operasi, seperti kawasan GOR Wergu Kudus, kawasan objek wisata montel, dan rahtawu.
Terkait rekaman adegan mesum yang diunggah di situs Youtube, dia mengaku, mengetahuinya dan memastikan lokasi adegan tersebut berada di objek wisata Taman Krida Kudus. Ia berharap, petugas di objek wisata tersebut lebih meningkatkan pengawasan, terutama pada pasangan muda mudi guna menghindari kemungkinan adanya pengunjung yang berbuat mesum.
Posting Komentar