INFO SEPUTAR KUDUS, SABTU 9 APRIL 2011
Sampai saat ini di Kudus, masih mendapatkan suplai gas elpiji tiga kilogram dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Demak dan Pati. Ini karena proses pemisahan lokasi pengisian gas elpiji tabung tiga kg dengan 12 kg di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kudus belum selesai.
Menurut Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Sofyan Djuhri, Sabtu 9 April 2011 proses pemisahan lokasi pengisian gas elpiji di SPPBE Kudus memang belum selesai, sehingga sebagian kebutuhan gas elpiji masyarakat Kudus masih harus dipasok dari Demak dan Pati. Padahal informasinya, suplai dari luar Kudus hanya berlangsung selama Maret 2011. Tapi kenyataannya, hingga awal April 2011 proses tersebut masih belum selesai. Ia berharap, suplai gas elpiji dari luar Kudus tetap lancar, sehingga kebutuhan masyarakat Kudus tetap terpenuhi. Sementara koordinator Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) David Budi Agung membenarkan, hingga kini 50 persen pasokan gas elpiji untuk Kudus masih disuplai dari SPBE Demak dan Pati dengan persentase masing-masing 25 persen. Sedangkan sisanya, sebesar 50 persen kebutuhan gas elpiji dipenuhi oleh SPPBE Kudus.
Ia berharap, proses pemisahan pemisahan lokasi pengisian gas elpiji tabung tiga kg dengan 12 kg cepat selesai, sehingga agen gas elpiji di Kudus tidak perlu lagi mengambil pasokan dari luar Kudus. Apalagi, Hari Jum’at kemarin, proses pengisian gas elpiji 3 kg dari SPBE di Pati sempat mengalami gangguan karena ada kerusakan pada salah satu alat pengisiannya. Jika ada pengalihan, dimungkinkan pihak agen harus mengambil dari Demak karena ada tiga SPBE. Adapun jumlah agen yang bertugas mengambil pasokan gas elpiji 3 kg dari stasiun pengisian gas elpiji di Demak atau Pati, disesuaikan dengan kitir yang diperoleh agen dari PT Pertamina.
Diakuinya, pengambilan pasokan gas elpiji dari luar Kudus berpengaruh terhadap biaya transportasi, sehingga berpengaruh terhadap margin keuntungan. Meski begitu, dia tetap bisa menjual di bawah harga eceran tertinggi (HET. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus yang berumber dari PT Pertamina, kota ini mendapatkan alokasi gas elpiji untuk Maret hingga April 2011 sebanyak 1.958,4 ton atau 652.800 tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.
Sedangkan alokasi gas elpiji untuk bulan Maret 2011 hanya 818,4 ton atau 272.800 tabung gas elpiji, karena alokasinya terhitung sejak tanggal 11-31 Maret 2011.
Sedangkan jumlah agen gas elpiji yang akan menyalurkannya kepada masyarakat, berjumlah tujuh agen, yakni PT Bahtera Agung Sentosa, PT Lentera Cahaya Migas, PT Pelita Harapan, PT Aminah Maju Jaya, PT Bahagia Santosa, PT Dwi Audrine Putri, dan PT Ngupoyo. Besarnya alokasi gas elpiji yang diterima dari masing-masing agen bervariasi, antara 39.000 tabung per bulan hingga 50.000 tabung lebih per bulan. (Roy Kusuma)
Posting Komentar