INFO SEPUTAR KUDUS, JUM’AT 01 APRIL 2011
Sebanyak 78 keluarga yang di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, terancam terisolasi, menyusul jembatan yang menjadi perlintasan utama warga setempat rusak setelah diterjang banjir, Jumat.
Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono, Jum’at 1 April 2011 mengatakan, kerusakan jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, setelah aliran anak Sungai Gambir tersebut mengalami banjir bandang dan sempat menerjang jembatan tersebut. Akibatnya, pondasi sebagai penyangga jembatan pada sisi sebelah kiri tergerus air hingga panjang dua meter dan kedalaman empat meter. Dijelaskannya. sebetulnya, jembatan tersebut masih bisa dilintasi warga, terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Sedangkan mobil tidak bisa melintasinya sama sekali. Namun pengendara maupun pejalan kaki harus berhati-hati ketika melintasi jembatan rusak yang memiliki panjang sekitar lima meter lebih tersebut.
Apabila perbaikan jembatan tidak segera dilakukan, dikhawatirkan jembatan tersebut akan ambrol, mengingat kekuatan penyangga jembatan berkurang dan debit air sungai juga sewaktu-waktu bisa meningkat dan menggerus pondasi jembatan. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan warga yang tinggal di RT 7 dan RT 8 dengan pusat Pemerintahan Desa Rahatawu maupun desa tetangga lainnya. Camat Gebog Kudus, Djati Solechah menambahkan, selain ada jembatan terancam ambrol, di Desa Rahtawu juga terdapat jembatan yang tersumbat batu berukuran besar setelah debit air di sungai setempat meningkat.
Ia mengingatkan, masyarakat untuk waspada dengan curah hujan yang mulai meningkat beberapa hari terakhir. Sementara itu, salah seorang warga sekitar bernama Sutarno (42) sempat terseret arus air. Beruntung, korban bisa menyelamatkan diri setelah sempat terseret arus air sungai hingga jarak 25 meter. (Roy Kusuma)
Posting Komentar