Radio Suara Kudus.COM - Dibandingkan tahun 2010 lalu, untuk tahun ini jumlah kasus DBD di Kudus sangat menurun tajam. Meski begitu, saat - saat kondisi seperri sekarang ini yang memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap penyakit DBD harus ditingkatkan.
Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Kudus, Djoko Triyono, Rabu 16 November 2011.
Dikatakannya, untuk tahun 2010 lalu kasus DBD di Kudus mencapai 1188 kasus dengan korban meninggal 33 orang. Sedangkan untuk tahun ini sampai pertengahan Bulan November, kasus DBD hanya 135 kasus dan korban meninggal 3 orang.
Untuk Bulan November ini sampai dengan tanggal 16 November terdapat tiga kasus DBD dengan korban 1 orang meninggal dunia. Dijelaskannya, selama ini untuk penyebaran penmyakit DBD ditularkan oleh nyamuk Aides Aigepty yang banyak terdapat di dalam rumah.
Namun dengan kondisi musim pancaroba seperti sekarang ini, maka penularan (vector) DBD bisa ditularkan melalui nyamuk Aides Albepectus yang terdapat dilingkungan sekitar rumah.
Untuk itu kata dia, cara efektif untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD adalah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Yang utamanya adalah membuang ataupun mengubur tempat - tempat penampungan air jernih seperti kaleng dan sebagainya yang bisa dijadikan sarang nyamuk Aides Albepectus.
Apalagi dengan kondisi sudah memasuki musim penghujan, maka bila terdapat kaleng - kaleng bekas yang ada disekitar rumah agar dikubur. Bila tidak, ketika hujan kaleng - kaleng bekas itu bisa dipenuhi air hujan dan menjadi sarang nyamuk tersebut.
Rabu, 16 November 2011
Kasus DBD di Kudus Menurun Tajam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar