Hi, guest ! welcome to Radio Suara Kudus. | About Us | Contact | Register | Sign In

Jumat, 09 September 2011

Antisipasi HIV AIDS, Petugas Lakukan Screening

Ilustrasi
Info Seputar Kudus 9 September 2011 - Sekitar 15 persen penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kudus, tertular penyakit mematikan tersebut ketika bekerja di luar daerah. Dari 77 penderita HIV/AIDS yang tercatat sejak tahun 2007 hingga sekarang, sebanyak 10 hingga 15 persen di antaranya diduga kuat tertular ketika bekerja di luar daerah.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Pamungkas Tunggul, Jumat 9 September 2011. Akibatnya, lanjut dia, penderita tersebut juga ada yang menularkannya ke orang lain ketika kembali ke Kudus, termasuk menularkan ke anggota keluarganya.

Kasus penularan HIV/AIDS kepada orang terdekat, kata dia, pernah terjadi di Kudus. Dari 77 penderita, terdapat 16 penderita yang meninggal dunia karena diketahui terserang HIV/AID dalam kategori stadium tinggi. Saat ini, kata dia, penderita HIV/AIDS tidak terbatas kalangan dewasa dan orang tua tetapi para ibu dan anak.

Mayoritas anak yang tertular tersebut, disebabkan karena orang tuanya terlebih dahulu mengidap virus mematikan tersebut. Dari puluhan penderita, katanya, terdapat salah satu penderita yang ditemukan tahun 2007 hingga sekarang masih bertahan hidup karena mendapatkan penanganan medis dan pengobatan secara teratur.

Ia juga memperkirakan, temuan kasus penderita HIV/AIDS di Kudus masih bisa bertambah, mengingat DKK dan sejumlah pihak yang peduli terhadap kasus itu berupaya menekan penyebarannya dengan cara menemukan para pengidap HIV/AIDS.

Untuk menekan angka penularannya, diperlukan pemeriksaan secara intensif terhadap masyarakat yang termasuk dalam kategori rentan terhadap penularan virus HIV/AIDS. Sedangkan upaya yang tetap dilakukan oleh petugas kesehatan, kaitannya dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS, yakni petugas harus tanggap dan memberikan perhatian terhadap penderita HIV/AIDS sebagai salah satu upaya agar tidak menular kepada orang lain.

Dijelaskannya, "screening" merupakan upaya pencegahan yang lebih bermanfaat agar virus HIV/AIDS di Kudus tidak meluas. Jika ada masyarakat yang dicurigai, harus dilakukan 'screening' di pusat-pusat Voluntary Counseling and Testing (VCT). Saat ini, kata dia, DKK Kudus mulai melakukan deteksi dini dengan menggelar pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) bagi ibu hamil.

Sebetulnya kata dia, kegiatan tersebut merupakan program wajib bagi tenaga medis. Akan tetapi, mereka tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai..Untuk itu, lanjut dia, Pemkab Kudus menyiapkan peralatan penunjang dan pelatihan sebagai bekal keahlian bagi tenaga medis yang tersebar di 19 Puskesmas yang ada di Kudus.

Kasus terbanyak terjadi pada tahun 2010 mencapai 41 kasus, sedangkan tahun 2007 satu kasus, 2008 tidak ditemukan, tahun 2009 16 kasus, dan selebihnya ditemukan pada tahun 2011.
Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))