Info Seputar Kudus - Stok beras yang dimiliki Perum Bulog Sub-Divre II Pati, sebanyak 9.260 ton diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Karesidenan Pati hingga September 2011.
![]() |
| Ilustrasi |
Hal itu dikatakan Kasi Operasional Perum Bulog Sub-Divre II Pati, Kholisun, usai Rapat Koordinasi Ekonomi Keuangan dan Industri di Kudus, Senin kemarin. Ia mengatakan, realisasi penyerapan beras yang dilakukan Bulog sub Divre II Pati tersebut, baru mencapai 28 persen dari prognosa tahun 2011.
Kondisi saat ini, kata dia, merupakan masa tersulit yang dialami Bulog sepanjang sejarah melakukan penyerapan beras petani. Hal yang sama juga dialami oleh daerah lain. Hal itu karena kondisi anomali cuaca dan serangan hama.
Kondisi berbeda, katanya, terjadi pada tahun 2009 lalu, Bulog sub Divre II Pati mengalami surplus beras, sehingga sebagian stok dikirim ke wilayah Kedu, Pekalongan dan ke Kalimantan sekitar 20.000 ton beras serta ke wilayah Medan, Riau, dan Lampung hingga 6.000 ton beras.
Untuk itu, lanjut dia, Bulog sub Divre II Pati dua kali mengajukan penambahan stok beras ke Bulog Divre Jateng, karena ketahanan stok yang ada tergolong kurang kuat. Selain itu, sejumlah mitra Bulog juga didatangi agar menyalurkan beras yang ada. Tapi kenyataannya, mayoritas mitra tidak memiliki stok beras. Kalaupun ada tidak banyak. Dan praktis, penyerapan kami harus berhenti total pada pertengahan Juli 2011. Sebetulnya, kata dia, Bulog sub Divre lain bisa membantu penambahan stok beras di Pati, namun kondisinya juga hampir sama, sehingga tidak memungkinkan membantu penambahan stok. Roy Kusuma

Posting Komentar